Seputar berita terkini dan teraktual tentang berita umum, teknologi, olahraga dan juga informasi lifestyle baik itu gosip, kuliner, tempat menarik dan sebagainya

Ads

Bisakah Kita Belajar dari Orang yang Pendidikannya Rendah?

 Berteman dengan PSK..

Belajar dari Orang yang Pendidikannya Rendah


Malam itu saya sedang menunggu dagangan piscok saya habis, saya duduk sambil membaca buku. Saya berjualan di Kota Tangerang, di pinggir jalan dekat supermarket. Di depan supermarket itu banyak orang-orang sekedar nongkrong.


Karena waktu sudah menunjukan jam 10 malam, saya membungkus sisa dagangan dan membagi-bagikan nya ke tetangga-tetangga tempat saya berjualan. (sesama pedagang juga).


"Mbak, masih ada sisa gak?" Tanya seorang wanita dengan riasan wajah tebal.


"Boleh kak, ini silahkan." Kata saya sambil memberikan 1 kantong plastik kecil pisang coklat.


Dia membawa piscok itu dan kembali duduk sambil memakan piscok nya.


Beberapa hari kemudian, setiap dagangan saya tidak habis mbak itu selalu datang ke saya untuk meminta piscok.


Hingga suatu hari, dagangan saya habis masih sore (sekitar pukul 8 malam). Suami saya beres-beres dan saya duduk di taman Supermarket itu.


"Mbak, piscok nya abis ya?" Tanya wanita itu.


"Iya mbak." Kata saya tersenyum.


"Yah, gak kebagian dong. Padahal laper banget nih, mana saya belum penglaris." Katanya kelihatan sedih.


"Kamu mau batagor gak mbak? Kita makan sama-sama ya?" Kata saya, lalu saya memesan 2 bungkus batagor. 5rb dapat banyak karena sesama pedagang kami selalu memberikan bonus.


Kami pun memakan batagor bersama sambil mengobrol.


"Kamu jualan apa mbak? kok aku gak pernah lihat daganganm." Kata saya bertanya.


"Ya ini daganganku, badan gue sendiri." Katanya sambil tertawa.


Saya kaget mendengarnya, sampai tersedak.


"Kenapa? jijik ya? wajar kok,orang-orang suka bereaksi gitu kalo denger kerjaan gue " Katanya, sekarang ia sudah berbicara informal pada saya.Menggunakan gue elu khas orang kota.


"Nggak kok, aku kan gak tau siapa mbak nya.Gak tau juga alasan mbak nya kerja seperti ini kenapa, jadi aku gak berhak untuk judge kamu menjijikan atau nggak. Siapa tau aku yang lebih menjijikan." Kata saya tertawa, menutupi kekagetan saya.


Ia termenung mendengar ucapan saya..


"Lu bener, gue kerja kayak gini ada alasannya. Walaupun emang gak bisa dibenarkan." Katanya lanjut mengunyah batagornya.


Bercerita lah dia kalo awal dia bekerja seperti ini adalah karena orang tua nya kasar kepadanya, lalu ia kabur ke kota dan dijanjikan pekerjaan oleh seseorang. Ternyata, sampai disana ia ditipu. Ia tidak punya uang lagi untuk pulang kampung, ia mencari pekerjaan tidak kunjung dapat. Akhirnya, ia bertemu dengan seorang pria yang kemudian menjadi suaminya.


Setelah menikah, hidupnya tambah menderita. Ibarat keluar dari kandang anjing masuk ke kandang macan, ia bebas dari siksaan orang tuanya tapi bertemu dengan suami yang KDRT. Ia sering disiksa sampai babak belur, hingga akhirnya suaminya kena PHK dan dia di usir oleh suaminya.


"Gue keluar dari kontrakan tanpa bawa apapun, 3 hari gue keliling cari kerja gak dapat. 3 hari gue gak makan, sampe gue ketemu cowok yang mau ngasih gue makan. Udahannya, gue diperkosa. Katanya gak ada yang gratis."


Dia tertawa kecut, namun hati saya merasa sakit mendengarnya.


"Makanya gue kaget pas pertama kali liat lu bagiin piscok, beneran loh ada orang yang ngasih cuma-cuma." Katanya menepuk pundak saya.


"Itu kan sisa dagangan saya yang gak kejual, daripada di buang mending saya bagiin aja ke tetangga." Kata saya tersenyum.


"Tapi berkat elu, gue jadi tau kalo ternyata dunia gak orang jahat semua isinya." Kami tertawa bersama.


Dia memperkenalkan dirinya, namanya Dewi, kadang Santi, Dia tidak pernah memberitahukan pada siapapun nama aslinya, termasuk saya.


Setelah itu, setiap malam ketika saya menunggu suami saya beres-beres dia selalu mengobrol dengan saya. Katanya, target market nya adalah abang-abang ojol dan lelaki nakal yang gak punya duit.


"Kenapa gak cari cowok kaya aja sekalian?" Tanya saya suatu hari membercandainya.


"Gue gak punya modal Mila, lu kira jadi pelacur gak perlu modal. Mana ada cowok kaya yang mau sama pelacur kayak gue." Katanya tertawa.


Katanya, ia hanya menjadi pelacur untuk bisa makan saja. Bayarannya hanya sekitar 50rb, atau kadang kalo sedang sial dia dibayar makanan saja.


"Apakah suatu saat mbak akan berhenti jadi pelacur?" Tanya saya suatu hari nanti.


"Pasti, kalo gue dapat kerjaan lebih baik, atau suami yang nafkahin gue." Katanya pada saya.


Lalu ia berjalan mendekati seorang pria yang sedang membetulkan motor nya.


"Bang, mau jajan gak?" Katanya sambil mengedipkan matanya.


"Woy, itu suami gue." Kata saya berteriak.


Dia minta maaf sambil tertawa terbahak-bahak, ternyata selama ini dia tidak tahu suami saya yang mana. Karena memang saya kalau pulang bukan jalan situ, dan kalau malam saat say menunggui dagangan suami saya belanja. 🤣🤣


Beberapa tahun kemudian, dia bercerita kalau dia punya pacar. Seorang duda, dia seorang ojek online. Katanya pacarnya ini tulus dan mau menikahi dia.


Dia senang sekali karena akan berhenti menjadi PSK..


Setelah itu lama saya tidak mendengar kabarnya, hingga suatu hari saya sedang membeli sayur di dekat kontrakan baru saya.


"Woy, Mila.." Seseorang memanggil saya, ternyata ia adalah Dewi atau siapalah pokoknya namanya sampai sekarang saya tidak tahu.


Saya mampir ke kontrakan nya, dia sudah menikah dengan pacarnya itu. Sekarang dia menjalani kehidupan sebagai seorang istri.


"Gue sekarang di rumah aja, laki gue baik. Tapi miskin." Katanya tersenyum.


"Tapi dia tanggung jawab kan?" Tanya saya


"Iya, kalo udah dapat duit hasil ngojeg dia langsung pulang beliin gue makan." Katanya.


Tapi seharian ini dia belum makan, karena suaminya belum dapat orderan.


Saya memberikan uang kembalian saya dari tukang sayur. Ia ke warteg membeli makan.


"Sesusah apapun sama suami gue, sebisa-bisa gue mau bertahan kalo dia baik. Gue gak mau jadi PSK lagi." Katanya.


Saya bersyukur sekali mendengar nya.


Sekarang, saya tidak tahu lagi bagaimana kabarnya.


Tahun 2023 saya pulang kampung dan Tidak lama kemudian bangkrut.


Saat saya dititik terendah dan untuk makan pun sulit, saya selalu ingat dengan nasihatnya.


"Jangan sampe terjun ke lembah hitam, gue aja susah berhenti nya. Percaya, dunia kayak gini tuh gelap banget, menakutkan."


Saya juga jadi belajar dari dia yang tidak mengenyam pendidikan, dia bilang dia sesulit itu mendapatkan pekerjaan karena tidak mempunyai keahlian. Dia sekolah hanya sampai SD, tidak ada yang bisa dia andalkan untuk bertahan hidup.


Dia bilang, walaupun suami saya punya usaha tapi saya harus bisa berdiri di kaki sendiri. Karena suami tidak akan selamanya ada untuk kita, dan hanya kita lah yang akan paling menyayangi diri kita sendiri, bukan orang lain. Untunglah dia berkata begini, saya jadi berjuang memperdalam skill jualan saya, sehingga ketika suami saya bangkrut saya bisa berjualan keliling.


Saya tidak ingin seperti dirinya, dia bilang ini dunia yang kejam dan tidak ada enaknya sama sekali. Jadi, seputus apapun saya, saya tidak pernah ingin terjun ke dunia yang katanya gelap itu..


Sebuah pelajaran yang saya ambil dari seorang PSK.


Saya berharap, sekarang ia bahagia dengan kehidupan dan suaminya..

Cerita Mila Quora

https://gravatar.com/arcsiji

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Pages

Follower

Popular Posts

Label

Recent Posts

Unordered List