Katanya, ada dua hal yang paling bersejarah dalam hidup ini, yaitu nikah dan wisuda.
Wisuda adalah peristiwa yang paling dinanti oleh setiap mahasiswa. Sebab wisuda merupakan pertanda telah lulus kuliah, dan berhak menyandang gelar Sarjana.
Sebagai hari bahagia, tentu semua wisudawan/wati ingin tampil sebaik mungkin pada saat wisuda, baik dari segi pakaian, perhiasan, maupun kendaraan. Kalaupun tak punya, banyak yang rela minjam atau nyewa, agar bisa terlihat istimewa.
Namun hal itu terkecualikan dari pemuda yang satu ini. Di saat wisuda, ia justru tampil apa adanya, bahkan tak malu membawa motor yang ada keranjang sayurnya, lengkap dengan sayur mayur yang jadi bahan dagangannya di keranjang tersebut. Selain itu, ia juga terlihat bangga dan bersyukur menjadi penjual sayur, sehingga ia bisa meraih gelar Sarjana.

Wisuda adalah peristiwa yang paling dinanti oleh setiap mahasiswa. Sebab wisuda merupakan pertanda telah lulus kuliah, dan berhak menyandang gelar Sarjana.
Sebagai hari bahagia, tentu semua wisudawan/wati ingin tampil sebaik mungkin pada saat wisuda, baik dari segi pakaian, perhiasan, maupun kendaraan. Kalaupun tak punya, banyak yang rela minjam atau nyewa, agar bisa terlihat istimewa.
Namun hal itu terkecualikan dari pemuda yang satu ini. Di saat wisuda, ia justru tampil apa adanya, bahkan tak malu membawa motor yang ada keranjang sayurnya, lengkap dengan sayur mayur yang jadi bahan dagangannya di keranjang tersebut. Selain itu, ia juga terlihat bangga dan bersyukur menjadi penjual sayur, sehingga ia bisa meraih gelar Sarjana.

Namanya Amirudin, seorang mahasiswa Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO). Ia mengikuti wisuda di kampusnya pada tanggal 29 Februari 2020 kemarin.











