Leptis Magna
Para peneliti percaya jika serangkaian letusan gunung berapi yang pernah
terjadi di Amerika Utara pada
masa silam, telah memicu sebuah bencana
besar yang terjadi di seluruh Eropa.
Pada tahun 536 Masehi, sejarawan awal mencatat bagaimana langit telah menjadi gelap karena diselimuti oleh awan debu tebal dan abu selama beberapa bulan.
Selama itu pula, matahari bersinar tidak lebih terang dari bulan dan kondisi cuaca aneh termasuk hujan es dan salju juga dilaporkan telah terjadi di tengah musim panas.
Bencana ini mengakibatkan wabah dan kelaparan yang pada akhirnya memusnahkan sepertiga dari seluruh penduduk Eropa, serta membawa apa yang tersisa dari awal keruntuhan Kekaisaran Romawi.
Pada tahun 536 Masehi, sejarawan awal mencatat bagaimana langit telah menjadi gelap karena diselimuti oleh awan debu tebal dan abu selama beberapa bulan.
Selama itu pula, matahari bersinar tidak lebih terang dari bulan dan kondisi cuaca aneh termasuk hujan es dan salju juga dilaporkan telah terjadi di tengah musim panas.
Bencana ini mengakibatkan wabah dan kelaparan yang pada akhirnya memusnahkan sepertiga dari seluruh penduduk Eropa, serta membawa apa yang tersisa dari awal keruntuhan Kekaisaran Romawi.
Seperti yang dilansir Telegraph, hal ini diketahui berkat sebuah
studi baru dari inti es dan catatan sejarah, di mana para ilmuwan telah
mampu menentukan penyebab dari salah satu bencana alam terbesar yang
pernah menerjang Bumi.
Menurut para peneliti, semua ini disebabkan oleh sebuah rantai dari letusan gunung berapi di Amerika, yang diikuti oleh letusan lanjutan di daerah tropis hanya beberapa tahun kemudian.
"Kajian kami memungkinkan bagi kami untuk mengklarifikasi perdebatan lama mengenai asal muasal dan dampak dari anomali iklim global terburuk, yang dimulai dengan mengamati misteri awan di 536AD pada cekungan Mediterania," kata penulis studi, Dr. Michael Sigl.
"Suhu dingin yang disebabkan oleh sejumlah besar partikel sulfat vulkanik yang menyelimuti bagian atas atmosfer, telah melindungi permukaan bumi dari masuknya radiasi matahari."
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa, 15 dari 16 musim panas "terdingin" yang terjadi antara abad ke-6 dan ke-11, telah diikuti oleh letusan gunung berapi yang signifikan, dan beberapa di antaranya menjadi yang terbesar yang pernah tercatat.
Menurut para peneliti, semua ini disebabkan oleh sebuah rantai dari letusan gunung berapi di Amerika, yang diikuti oleh letusan lanjutan di daerah tropis hanya beberapa tahun kemudian.
"Kajian kami memungkinkan bagi kami untuk mengklarifikasi perdebatan lama mengenai asal muasal dan dampak dari anomali iklim global terburuk, yang dimulai dengan mengamati misteri awan di 536AD pada cekungan Mediterania," kata penulis studi, Dr. Michael Sigl.
"Suhu dingin yang disebabkan oleh sejumlah besar partikel sulfat vulkanik yang menyelimuti bagian atas atmosfer, telah melindungi permukaan bumi dari masuknya radiasi matahari."
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa, 15 dari 16 musim panas "terdingin" yang terjadi antara abad ke-6 dan ke-11, telah diikuti oleh letusan gunung berapi yang signifikan, dan beberapa di antaranya menjadi yang terbesar yang pernah tercatat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.